Minggu, 23 Oktober 2011

Cara Membasmi Hama Tikus

Tikus, sebagai mahluk hidup yang tergolong dalam hewan menyusui, tikus memiliki otak yang berkembang baik sehingga dapat belajar dari hal-hal yang dialaminya. Tikus juga dapat bereaksi dan bertingkah laku seperti manusia, jika dia memakan suatu jenis makananan yang ditemukannya dan setelah itu menimbulkan sakit perut maka tikus akan jera dan tidak akan mau makan lagi.

Tahukah anda bahwa ternyata tikus termasuk hewan yang berintelegensi tinggi di kelasnya (hewan pengerat)? Artinya, tikus/rat (hewan pengerat) ini lebih pandai dan cerdik terutama dalam adaptasi terhadap lingkungan hidup maupun dalam mencari makanan. Tikus memiliki kemampuan “belajar” dimana mereka dengan mudah mampu membedakan mana saja yang biasa dihadapi, dialami dan dilakukan dengan mana yang asing buat mereka. Namun demikian hewan ini termasuk hewan yang pemalu/penakut apalagi bila melihat sesuatu yang asing dalam wilayahnya. Sebagai contoh, bila seekor tikus terkena perangkap yang dipasang atau mati karena memakan umpan yang disediakan, sementara tikus lain melihat tikus tersebut, maka mereka tidak akan mendekati perangkap apalagi memakan kembali makanan umpan tersebut. Ini menunjukkan bahwa menangkap tikus menggunakan perangkap memerlukan keterampilan khusus, karena tikus ini tidak mudah tergoda oleh perangkap yang sering kita gunakan. 


Untuk mengatasi masalah hama tikus khususnya di sawah, saya akan memberikan beberapa cara yang dapat digunakan. Cara berikut diadaptasi dari pengalaman saya, yang saya peroleh dari pertanian di negara China dan dari beberapa petani di Kalimantan Barat

1. Perangkap tikus dari botol air mineral bekas


Untuk cara ini, saya adaptasi dari negara China. petani di sana menggunakan botol bekas minuman sebagai perangkap tikus. Bagaimana caranya?


Bahan-bahan
1. Botol plastik bekas minuman ukuran 600ml ke atasnya
2. Kawat 
3. Umpan, bisa berupa biji jagung atau limbah makanan


Penggunaan
1. Botol plastik di potong sesuai dengan gambar
2. Letakkan perangkap di tempat yang sering dilalui oleh tikus, kuatkan dengan kawat. dengan cara membuat kawat membentuk hufuf U terbalik. Dan ujung kawat di tancapkan ke dalam tanah
3. Masukkan umpan di tengah.
4. Jika takut penahan perangkap tidak kuat, bisa memberikan lem tikus pada ujung jalan keluar dari perangkap.


keterangan "ukuran botol yang digunakan di sesuaikan dengan ukurang dari badan tikus"


2. Membasmi tikus menggunakan oli bekas


Bahan-bahan
1. Oli bekas secukupnya
2. Racun tikus


Penggunaan
1. Racun tikus dicampur dengan oli bekas
2. Lumuri di pinggir-pinggir sawah atau pematang sawah


Cara kerja dari trik ini adalah tikus memiliki kebiasaan yaitu selalu menjilati tubuhnya jika terkena kotoran. Jika tikus melalui oli tersebut maka otomatis tubuh tikus akan kotor dan tikus akan menjilati tubuhnya. Dan akhirnya tikus akan Wasalam


3. Kroyokkan


Seperti judulnya, pembasmian cara ini yaitu dengan cara gotong royong dan beramai-ramai menguber-uber tikus. Cara ini sebaiknya dijadikan sebagai cara terakhir, karena cara ini akan membutuhkan banyak sekali tenaga.


4. Jerami padi


Nah, cara ini yang paling dianjurkan. Cara dan bahan dari trik ini sanggat mudah dan gampang. Kita tinggal memendamkan jerami-jerami sisa panen ke dalam sawah lagi. Jerami yang dipendam di dalam tanah akan membusuk. Selain sebagai penyubur tanaman, jerami-jerami tersebut juga sebagai tempat bakteri E.Coli berkembang, bakteri ini akan tinggal di dalam tanah dimana tanah sebagai tempat tinggal tikus. Jika tikus terkontaminasi oleh bakteri ini, maka tikus akan diare dan kelamaan akan mati. Tetapi E.Coli dalam tanah tidak akan merusak produksi, tetapi akan mempersubut tanah. 




semoga bermanfaat

1 komentar:

  1. makasih atas infonya.....
    tp apa tidak menimbulkan ketandusan pada tanah untuk cara no 2?
    :)

    BalasHapus